Karangsari, budaya bersih makam (kubur) adalah tradisi yang dilakukan oleh masyarakat, terutama di daerah dengan mayoritas penduduk Muslim, yang mana tujuan utamanya adalah untuk membersihkan dan merawat makam leluhur atau sanak saudara yang telah meninggal dunia. Tradisi ini biasanya dilakukan oleh masyarakat Desa Karangsari disaat bulan Ramadan menjelang hari raya Idul Fitri.
Hal tersebut dilakukan oleh masyarakat dukuh Karanggeneng (RW 01), dukuh Meli'an (RW 02) dan dukuh Trambalan (RW 03) Desa Karangsari Kecamatan Sulang Kabupaten Rembang yang mana secara tradisi melaksanakan gotong royong membersihkan makam, mulai dari bapak-bapak serta remaja turut andil dalam kegiatan tersebut sebagai wujud penghormatan kepada leluhur yang telah tiada.
Kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan pada hari ke-28 di bulan puasa (ramadhan) atau dalam bahasa lokal sering disebut dengan malam ke-9 yang mana pada bulan ramadhan 1447 H ini bertepatan dengan hari rabu (18/03/2026).
Kegiatan dalam Bersih Kubur
- Membersihkan rumput liar dan sampah di sekitar makam.
- Memperbaiki batu nisan atau tanda makam yang rusak.
- Menaburkan bunga sebagai tanda penghormatan
- Membaca doa, seperti tahlil, yasin, atau doa khusus untuk orang yang telah meninggal.
- Bersedekah atau melakukan amal kebaikan atas nama almarhum.
Tujuan dan Makna Bersih Kubur
- Menghormati Leluhur – Menunjukkan rasa hormat dan kasih sayang kepada anggota keluarga yang telah tiada.
- Menjaga Kebersihan Makam – Mencegah makam menjadi kumuh dan tidak terawat.
- Mengenang dan Mendoakan – Sebagai momen untuk berdoa dan mengenang jasa orang yang telah meninggal.
- Menjalin Silaturahmi – Biasanya dilakukan bersama keluarga, sehingga mempererat hubungan kekeluargaan.